Pengobatan Stroke

Angka kejadian stroke di indonesia semakin hari semakin bertambah dan sangat mengkuatirkan jumlahnya. Sampai saat ini banyak orang yang masih kebingungan mencari pengobatan yang tepat untuk penderita stroke.
Salah satu pilihan pengobatan terbaik untuk gangguan Stroke adalah melalui terapi tusuk jarum atau akupunktur. Pilihan lainnya yang bisa dijalani secara bersamaan adalah melalui pengobatan herbal. Hal serupa diungkapkan oleh Sarah Neil dari website "The stroke foundation".
Tetapi tanpa alasan yang jelas dan masuk akal, masih ada saja pakar medis yang tidak menyarankan anda untuk tusuk jarum, bahkan ada yang melarangnya. So who should you trust?
Supaya lebih obyektif, coba tanya uncle GOOGLE, lakukan pencarian di internet. anda akan menemukan studi-studi yang menunjukkan bahwa akupunktur terbukti bisa membantu meningkatkan kesembuhan pasien penderita stroke. Studi-studi tersebut telah membuktikan bahwa pasien yang di akupunktur memiliki tingkat rehabilitasi yang lebih baik dibanding dengan pasien yang menjalani pengobatan konvensional. Salah satu studi tersebut dilakukan oleh Gabriel stux seorang dokter dan akupunkturis dari Jerman.
Terus terang, dunia pengobatan terkadang garang persaingannya dan fierce like a jungle.
Pengobatan medis barat melarang pasien berobat secara tradisional. Di sisi lain pengobat tradisional tanpa dasar menjelek-jelekan pengobatan medis. Kedua profesi yang bertujuan sama tetapi berlatar belakang pendekatan pengobatan yang berbeda ini saling menyerang, sehingga pasien dibikin bingung di tengah-tengahnya.
Dan secara kebetulan atau tidak anda bisa bertemu dengan pihak-pihak tertentu yang menentang pengobatan akupunktur, sesungguhnya hal ini bisa terjadi hanya lantaran adanya Personal Interest saja.
Argumen secara sederhananya begini, kalau sebagian besar pasien dengan gangguan syaraf memilih pengobatan tunggal dengan akupunktur, maka ada pihak tertentu yang kehilangan otoritas dan jumlah pasiennya. Dan pihak-pihak tersebut pasti tidak menginginkan hal itu terjadi. Sehingga terpiculah persaingan yang tidak sehat.
Hal ini bahkan bisa terjadi di rumah sakit yang ada klinik akupunktur-nya, di mana dokter di rumah sakit tersebut melarang pasiennya untuk berobat akupunktur di rumah sakitnya sendiri. Sangat ironis bukan?
Dalam dunia yang perfect, harmonis, damai dan sejahtera, semestinya antara akupunkturis dan dokter saling bekerja sama sehingga pengobatan yang diberikan bisa membawa manfaat yang paling besar untuk pasien.

Apa yang terjadi ketika seorang terkena stroke ?
Kebanyakan kasus stroke adalah jenis stroke penyumbatan. Di mana terjadi sumbatan pembuluh darah di otak sehingga otak tidak bisa lagi berkomunikasi dengan bagian tubuh yang dikuasainya.

Stroke jenis lainnya adalah stroke pendarahan, di mana pembuluh darah di otak pecah karena tekanan darah tinggi atau penyebab lainnya.
Manifestasi dari gangguan stroke sangat beragam, bisa berupa kelumpuhan alat gerak tangan dan kaki, muka baal, bicara pelo, dsb.
Pengobatan akupunktur dilakukan melalui penusukan dengan jarum-jarum akupunktur steril di tangan kaki penderita yang lumpuh , bisa juga di bagian muka yang baal ataupun di bagian kepala.
Tujuannya adalah untuk melancarkan peredaran darah sehingga komunikasi otak dengan bagian-bagian tubuh bisa kembali terjalin.
Sama halnya dengan akupunktur, herbal diramu sesuai manifestasi penyakitnya, tujuannya antara lain adalah untuk melancarkan peredaran darah dan mengembalikan fungsi syaraf sehingga diharapkan fungsi motorik dan sensoris bisa bekerja dengan baik kembali.
Dalam program rehabiltasi paska stroke sangat penting memperhatikan faktor-faktor yang melatarbelakangi dan memicu terjadinya stroke, misalnya darah tinggi, kolesterol tinggi, dll.
Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh pasien maupun keluarga, apakah pasien stroke bisa disembuhkan?
Sejujurnya, kesembuhan dari stroke itu tergantung dari seberapa luas kerusakan yang terjadi atau berat ringan penyakit yang diderita. Semakin ringan stroke yang dialami seseorang, maka peluang untuk sembuh akan semakin besar.
Lama tidaknya seseorang telah menderita stroke juga menjadi penentu terhadap tingkat kesembuhan, artinya pengobatan stroke akan lebih efektif kalau dilakukan pada minggu-minggu awal sejak terjadinya stroke. Demikian pula sebaliknya, kalau seseorang mencari pengobatan setelah cukup lama menderita stroke, maka peluang untuk sembuh menjadi berkurang.

TIPS untuk menjaga dan merawat kesehatan pada penderita stroke :

 

 

 

 

 


- Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
- Hindari makanan berlemak dan berkolesterol tinggi.
- Jangan merokok dan hindari asap rokok.
- Belajar dan berlatih bergerak apabila sudah dinilai bisa oleh pengobat
- Perbanyak makan bawang putih dan bawang besar karena bisa menurunkan kolesterol
- Makanan yang kaya akan asam lemak esensial seperti kacang-kacangan (terkecuali kacang tanah), minyak zaitun, ikan salmon, ikan forel, tuna, haring, makarel adalah pilihan yang baik.
- Terapi tusuk jarum dan herbal selama 6 bulan atau sampai kondisi stabil.

(Bandung, May 2014)